Trik mengatasi link Adf.ly yang di blokir Mediafire


Tunggu hingga 5 detik, dan muncul “SKIP ADS”.
Nah, tombol skip ads tersebut jangan di klik, tapi kita drag ke kotak addres bar.
Terima kasih saya ucapkan buat sobat blogger semua yang sudah sharing tips ampuh mengtasi URL ad.ly yang di blokir oleh mediafire.

PERHATIAN !! :
Kalau abis coba trik di atas masuk ke gev.com. berarti link downloadnya bukan mediafire!! Trik ini hanya untuk mediafire.
Jika anda sudah mencoba trik di atas, namun masuk ke mediafire tapi mendapatkan pesan “deleted or invalid file” berarti file nya udah di apus!! Trik ini hanya untuk mengatasi pemblokiran mediafire terhadap adf.ly saja.

Di kutip :http://www.remo-xp.com/2012/02/mediafire-blokir-url-dari-adfly.html

By yukbelajarteknologi

Google Tawarkan USD 25 untuk Search History Anda


detail beritaCANBERRA – Google telah mengumumkan bahwa mereka akan mulai membayar beberapa pengguna, sebagai kompensasi pemakaian search history miliknya dalam proyek Screenwise.

Proyek  baru tersebut, menarget untuk mengetahui lebih banyak mengenai bagaimana orang menggunakan internet dalam kehidupan pribadinya. Untuk tujuan tersebut, Google meminta pada para sukarelawannya untuk menginstall ekstensi browser Chrome yang memungkinkan pengumpulan data.

Raksasa mesin pencari itu mengatakan, untuk mereka yang mendaftarkan diri sebagai sukrelawan proyeknya akan mendapat kode Amazon.com Gift Card senilai USD 5, kemudian sebagai ucapa terima kasih akan diberikan lagi kode gift card senilai USD 5, setiap tiga bulan sekal. Demikian diwartakanThe Times of India, Kamis (9/2/2012).

“Apa yang kami pelajari dari Anda, dan orang-orang seperti Anda, akan membantu kami meningkatkan produk serta layanan Google, dan membuat pengalaman online yang lebih baik untuk semua orang,” tulis Google dalam situs Screenwise.

“Untuk dapat turut serta, Anda harus berusia 13 tahun atau lebih, memiliki akun Google (atau membuatnnya terlebih dahulu), dan siap menggunakan browser Google Chrome,” tambahnya.

Diwartakan Los Angeles Times, program tersebut sepenuhnya sukarela dan Google menawarkan gift card untuk partisipannya, sampai senilai USD 25 sebagai ganti keikutsertaan dalam survei tersebut. Sedangkan untuk mengatasi ketakutan akan kehilangan privasi, Google menyatakan bahwa mereka yang turut serta dalam program tersebut bisa berhenti kapan pun.

“Jika tertarik pada hadiahnya (atau jika pemberian tersebut terasa cocok), oran gbisa ikut berpartisipasi. Dan siapapun yang  berpartisipasi memperoleh transparansi penuh serta kuasa mengenai penggunaan internet mana yang diikutsertakan dalam panel,” terang juru bicara Google.

Dikutip : http://techno.okezone.com/read/2012/02/09/55/572713/google-tawarkan-usd-25-untuk-search-history-anda

By yukbelajarteknologi

Startup Indonesia Dilirik Investor Singapura


detail beritaJAKARTA – Sribu.com telah menerima investasi dari East Ventures, perusahaan investasi yang berbasis di Singapura, yang berfokus pada pemberian investasi bagi perusahaan-perusahaan di industri Internet.

Sribu.com secara resmi diluncurkan pada tanggal 11 Juli 2011. Sebagai situs di Indonesia yang menyediakan platform desain dengan metode crowd-sourin. Dalam usia yang belum mencapai satu tahun, Sribu.com meraih penghargaan sebagai tiga besar website dengan Best User-Generated Content dari SparxUp Award 2011. Kini, Sribu.com menerima investasi dari perusahaan investasi yang prestisius, East Ventures.

Hingga saat ini, komunitas Sribu.com telah mewadahi sekitar 7.000 desainer, dan telah melayani lebih dari 60 klien dengan berbagai permintaan jasa desain. Sribu.com menawarkan 16 kategori desain, dari logo, flyer, web, packaging sampai dengan interior dan brand naming.

“Selama ini, Sribu.com selalu bekerja keras untuk memberikan pelayanan yang terbaik, baik bagi para desainer yang tergabung dalam komunitas kami, maupun para klien yang menggunakan jasa kami. Dan, dengan investasi ini, kami akan semakin mengembangkan diri dan bekerja keras untuk menjadi situs penyedia platform crowd-sourcing terkemuka di Indonesia,” kata Ryan Gondokusumo selaku founder dari Sribu.com, melalui keterangan resminya, Sabtu (4/3/2012).

“East Ventures, dengan reputasinya yang luar biasa dan pengalamannya bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan start-up berbasis Internet dari banyak negara, akan menjadi rekanan yang sangat berharga bagi Sribu.com.” tambah Ryan.

Dikutip : http://techno.okezone.com/read/2012/02/04/429/569594/startup-indonesia-dilirik-investor-singapura

By yukbelajarteknologi

Gawat, Mozzila Ancam Ikutan Blackout


NEW YORK, AMERIKA SERIKAT, Berita Teknologi – Mozilla, pengembang Firefox, bakal ikut gelombang aksi blackout untuk menentang Undang-Undang Anti Pembajakan Amerika Serikat alias Stop Online Piracy Act (SOPA) dan Protect Intelectual Property Act (PIPA).

Kalau membuka situs Mozilla, tampak desain yang biasanya cerah dengan warna oranye berubah menjadi warna hitam kelam disertai dengan pernyataan: `Lindungi internet, bantu kami menghentikan pengesahan sensor Internet.`

Mozilla menggabungkan diri dengan Wikipedia, yang sudah terlebih dulu berlayar gelap pada Rabu, 17 Januari 2012 untuk memprotes undang-undang tersebut. Pada 24 Januari 2012, senat Amerika Serikat akan melakukan penghitungan suara untuk penyensoran internet, mengabaikan suara-suara protes warga Amerika.

Lewat akun Twitter, @firefox pun mengumumkan:
Tomorrow Mozilla joins with other sites in a virtual strike to protest #PIPA and #SOP http://t.co/isbPPYTo and http://t.co/09U6mz0m
Dalam blognya, Direktur Mozilla Mitchell Baker menjelaskan keputusannya untuk ikut memadamkan situsnya. `SOPA membuat kami semua menjadi pelaku kriminial yang potensial kalau kami tidak mencegah pemerintah mengesahkan regulasi ini. SOPA tidak mentargetkan situs yang melayani konten dan isi yang tidak resmi. SOPA tidak mentargetkan orang-orang yang mengakses situs itu. SOPA mentargetkan kami semua.`

Para pengelola situs yang menjadi oposisi SOPA-PIPA menganggap undang-undang ini mengancam kebebasan berpendapat dan situasi dunia online. Mereka mengkhawatirkan aturan ini dapat menjadi senjata bagi perusahaan pemegang hak milik untuk menuntut berbagai situs secara membabi buta.

Di pihak lain, SOPA dan PIPA mendapat dukungan dari perusahaan yang memegang hak milik, seperti perusahaan rekaman dan studio film Hollywood. Para pengusaha ini berpendapat jika aturan tersebut bisa menghentikan pembajakan online dan melindungi para pekerjanya

Dikutip dari : http://news.manycome.com/4737.html

By yukbelajarteknologi

Server WikiLeaks Akan Pindah ke Perairan Internasional


Di kutip dari KOMPAS.com – Pendiri situs whistleblower WikiLeaks, Julian Assange mengatakan akan memindahkan server situs pembocor dokumen intelijen itu ke perairan internasional. Para penyokong dana WikiLeaks pun telah menyetujui keputusan itu.

Server WikiLeaks saat ini ditempatkan di Swedia, Islandia, dan beberapa negara lain. Kabarnya, server itu akan pindah ke daerah Principality of Sealand, sebuah wilayah yang keberadaannya masih kontroversi antara berdaulat dan tidak berdaulat.

Baca lebih lanjut

By yukbelajarteknologi

Dasar-Dasar Merakit OpenBTS ala Onno Purbo


JAKARTA, KOMPAS.com – Open Base Transceiver Station, atau disingkat OpenBTS, adalah sebuah BTS GSM berbasis software, yang memungkinkan pengguna ponsel GSM melakukan pangilan telepon atau berkirim pesan singkat (sms), tanpa menggunakan jaringan operator selular komersial.

Artinya, dengan teknologi ini pengguna bisa melakukan telepon atau sms tanpa membutuhkan pulsa. Bahkan, dengan merakit OpenBTS ini, sebenarnya ibaratnya membangun operator seluler sendiri. Hanya saja jangkauan sinyalnya terbatas, dan hanya bisa berkomunikasi dengan ponsel lain yang terkoneksi dengan jaringan OpenBTS ini.

Penerapan OpenBTS di Indonesia sedang digalakkan oleh praktisi teknologi informasi Onno W Purbo. Berikut adalah dasar-dasar perangkat dan piranti lunak yang dibutuhkan untuk menggunakan teknologi ini seperti dikemukakan oleh Onno saat ditemui di kediamannya.

Baca lebih lanjut

By yukbelajarteknologi

Saya Percaya Kita Bukan Bangsa Bodoh…


gatra.com

”Masih pakai Microsoft, to? Pantes gak saya buka. Saya biasanya akan langsung buka kalau .odt. Kalau .doc dicuekin…,” demikian jawaban Onno W Purbo saat Kompas mengingatkan tenggat jawaban darinya untuk rubrik ”Kompas Kita”. Kompas memang melampirkan pertanyaan dari pembaca dalam format Microsoft Word.

Begitulah gaya Onno berjuang. Walaupun menyebut dirinya ”an ordinary Indonesian”, rakyat Indonesia biasa saja, di dunia teknologi informasi (TI), Onno sesungguhnya adalah seorang tokoh luar biasa. Kiprah pakar bidang TI ini tak diragukan lagi. Dia berjuang untuk akses internet murah dan perangkat lunak open source Linux. Onno percaya filosofi ”copyleft”. Banyak tulisannya dipublikasikan secara gratis di internet.

Mantan dosen Institut Teknologi Bandung itu menyebar keahliannya setiap saat, dari kota ke kota. Selain pakar internet, dia juga dikenal sebagai penulis, pendidik, dan pembicara seminar.

Dia tidak memegang smartphone seperti kebanyakan orang Indonesia yang genit dengan gadget canggih teranyar. Onno menggunakan netbook dan telepon seluler Android merek lokal. Selain aktif menyebarkan Linux, Onno juga dikenal dengan RT/RW-net, jaringan komputer swadaya masyarakat untuk menyebarkan internet murah. Karya inovatif lain dia adalah Wajanbolic, koneksi internet murah tanpa kabel.

Baca lebih lanjut

Setelah SOPA dan PIPA, Kini ACTA


Pemerintah Irlandia berencana akan menandatangani perjanjian internasional kontroversial esok hari yang isinya hampir serupa dengan Stop Piracy Act (SOPA) dan Protect IP Act (PIPA). Perjanjian ini kemudian akan dikenal dengan Anti-Counterfeiting Trade Agreement (ACTA). Perjanjian ini memiliki kebijakan utama untuk menumpas perdagangan barang palsu dan berbagi berkas di internet secara ilegal.

Perwakilan dari Irlandia akan menandatangani ACTA pada besok Jumat (27/01/12) waktu setempat. Tak hanya negeri Britania Raya ini sendiri,  Irlandia akan ditemani oleh perwakilan dari masing-masing 26 negara anggota Eropa perwakilan dari Uni Eropa.

Apabila perjanjian ini telah menemui kata sepakat dan ditandatangani, kemudian ACTA dapat secara formal disahkan dan segera diadopsi menjadi hukum di Parlemen Eropa. Perjanjian itu akan ditandatangani besok di Tokyo oleh Duta Besar Irlandia untuk Jepang, John Neary.

Meskipun perjanjian ini terutama ditujukan untuk menghentikan perdagangan barang fisik yang sengaja dipalsukan, namun ACTA berisi ketentuan yang menuntut negara-negara yang berpartisipasi menawarkan perlindungan, dan penegakan hukum terhadap pelanggaran hak cipta digital. Baca lebih lanjut

By yukbelajarteknologi

SOPA dan PIPA pun berakhir.


TEMPO.COWashington – Hanya beberapa jam setelah senator Harry Reid mengumumkan penundaan voting terhadap Undang-UndangStop Online Piracy Act (SOPA) dan Protect Intellectual Property Act (PIPA), anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Lamar Smith, turut mempertimbangkan penundaan pembuatan undang-undang pendamping.

Lamar Smith adalah pendukung aturan anti-pembajakan tersebut. “Saya mendengar keprihatinan para kritikus, untuk itu saya akan mengambil langkah serius,” ujarnya.

Smith mengatakan akan melakukan pendekatan untuk mencari cara mencegah pembajakan di dunia maya. “Komite akan terus bekerja sama dengan pemilik hak cipta dan perusahaan Internet dalam mengembangkan proposal guna melindungi hak kekayaan intelektual warga Amerika.”

“Kami menyambut semua organisasi yang memberikan pendapat, sekalipun terdapat perbedaan. Semua ini bertujuan mencari jalan untuk dapat menyelesaikan masalah,” ujar Smith menambahkan.

Mantan senator Chris Dodd, yang juga Ketua Motion Picture Association of America (MPAA), tampak mengakui kekalahan aturan SOPA-PIPA. “Dengan adanya penangguhan undang-undang ini, kami berharap akan ada diskusi dalam melindungi jutaan warga Amerika dari tindak pencurian kekayaan intelektual,” ujar Dodd.

Tujuan pembuatan SOPA-PIPA akan terus berlanjut. Namun aturan dengan nama tersebut kemungkinan besar segera berakhir.

Figur kunci dari penolakan SOPA-PIPA adalah Darrell Issa dari Partai Republik. Melalui posisinya sebagai Ketua Pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat dan Komite Reformasi Pemerintah, ia berencana untuk menghadirkan kesaksian dari pakar teknis mengenai mekanisme yang terjadi di dunia maya.

Issa meminta pakar untuk menjelaskan pemblokiran DNS terkait aturan SOPA. Penjelasan mengenai mekanisme tersebut tidak tertulis secara jelas dalam rancangan undang-undang yang diajukan oleh Smith.

Protes penolakan SOPA-PIPA awalnya dijadwalkan berlangsung saat sidang kesaksian. Namun sidang dibatalkan karena akhirnya Issa menerima jaminan dari DNS untuk tidak melakukan pemblokiran apabila SOPA diberlakukan.

“Para pendukung Internet berhak menyatakan penolakannya terhadap SOPA-PIPA,” kata Issa. Menurutnya, sudah dua bulan terakhir ini dukungan terhadap penolakan SOPA-PIPA sudah tak terbendung.

 

Di kutip : http://www.tempo.co/read/news/2012/01/21/116378797/SOPA-dan-PIPA-Pun-Berakhir

By yukbelajarteknologi

Apa itu SOPA dan PIPA


Bagi sobat yang sering bergelut dengan dunia maya dan atau beraktivitas di internet itu sudah merupakan kebutuhan sehari-hari, sobat harus baca info penting ini dan kenali apa itu SOPA dan PIPA. Berikut penjelasan yang LM kutip dari kaskus.us.

SOPA (Stop Online Piracy Act) dan PIPA (Protect IP Act) adalah undang-undang yang diajukan tahun lalu oleh senator dan pejabat tinggi AS dengan tujuan untuk melindungi hak cipta materi internet seperti video, musik, software dan semua barang digital dari pembajakan. SOPA dan PIPA mengatur bagaimana dunia maya seharusnya menurut mereka, dan tentunya penggunanya. Namun, undang-undang ini tidak sesederhana itu, banyak hal dari undang-undang ini akan mengubah cara kerja internet saat ini.

Apa yang menjadi dasar perintah utama undang-undang SOPA dan PIPA ini ?
  • Pemerintah AS dan organisasi perusahaan pemilik hak cipta dapat meminta penyedia layanan internet (ISP) untuk memblokir akses ke situs web yang dianggap sebagai penyedia tempat pelanggaran hak cipta. Teknisnya, yaitu memerintahkan ISP untuk mengubah server DNS mereka (baca: mem-block) dari membaca nama domain suatu situs di negara luar AS yang menyimpan konten ilegal seperti video, lagu, atau photo / gambar.
  • Pemerintah AS dan organisasi perusahaan pemilik hak cipta dapat mengambil tindakan hukum untuk menggugat mesin pencari, situs blog, direktori, atau situs secara umum yang memiliki situs-situs blacklist untuk dihapus dari situs web mereka. Teknisnya, yaitu memerintahkan situs pencari seperti Google atau lainnya untuk mengubah query pencariannya dengan mengecualikan situs yang menyimpan konten ilegal. Jadi, jika Anda mencari di situs pencari, situs ini tidak akan ditemukan. Prakteknya mirip dengan di Cina. Bila ada netter mengetik ‘Tibet’ atau ‘Tianamen’ di negeri tirai bambu itu dipastikan tak ditemukan hasil pencarian di Google. Begitu pula yang terjadi bila RUU disahkan di AS. Pengguna internet yang mengetik ‘Iwan Yuliyanto download gratis’ misal, bakal kecewa karena tiada hasil yang didapat, meskipun berkali – kali mencarinya.
  • Jaksa Agung AS dapat membawa kasus ke pengadilan yang akan memaksa mesin pencari, pengiklan, penyedia DNS, server, dan prosesor pembayaran dari memiliki kontak apapun dengan situs yang diduga melanggar. Teknisnya, yaitu memerintahkan layanan iklan seperti Google Adsense untuk menolak iklan atau pembayaran dari situs luar AS yang menyimpan konten ilegal. Prosesor pembayaran dapat memutuskan hubungan kerjasama dengan situs, bila mereka memberikan alasan kuat bahwa situs tersebut melanggar hak cipta. Teknisnya, yaitu memerintahkan layanan pembayaran online seperti Amazon, dsb untuk mematikan akun dari situs luar AS yang menyimpan konten ilegal.
  • RUU juga berpotensi memberi ancaman lebih dari itu karena definisi situs pembajak yang diusung SOPA dianggap terlalu luas. SOPA tak hanya mengancam situs-situs underground yang menyediakan lagu atau film gratis, namun juga situs yang dianggap dan dicurigai ‘mempermudah atau memfasilitasi’ materi bajakan bisa ikut disikat.
By yukbelajarteknologi